Selasa, 17 Desember 2013

Meningkatnya Polusi Udara Dapat Sebabkan Peningkatan Resiko Diabetes

asap kendaraanPara penduduk yang tinggal di kota-kota besar yang memiliki tingkat polusi udara yang tinggi, akan berpeluang terserang diabetes sekitar 4% jika dibandingkan dengan penduduk yang tinggal di lingkungan yang bersih dan jauh dari polusi.

Hal ini disebabkan karena kandungan nitrogen dioksida merupakan zat yang terkandung di salam polusi udara yang banyak di temukan di kota-kota besar yang penuh dengan asap kendaraan bermotor.

Orang-orang yang sehat, sepertinya dapat terserang bahaya yang besar akibat dari polusi udara yang berlebihan, karena polusi udara dapat meningkatkan resiko diabetes hingga 10% pada orang-orang yang aktif secara fisik serta meningkatkan sekitar 12% pada orang-orang yang tidak merokok.

Penelitian yang dilakukan sebelumnya juga telah menemukan, bahwa orang yang mengidap diabetes sepertinya akan semakin rentan dengan kondisi yang seperti ini jika dibandingkan dengan orang-orang yang tidak pengidap diabetes. Hasil dari penelitian tersebut telah di terbitkan dalam Journal Diabetes Care. Seorang ahli epidemiologi di Boston, Amerika yang bernama John Brownstein, berkata "Polusi udara benar-benar dapat memberikan pengaruh yang nyata pada perkembangan penyakit diabetes" polusi udara karena asap kendaraan bermotor[/caption] Para peneliti tersebut melihat dari data bahwa sekitar 52.000 jiwa di dua kota terbesar di Denmark. Selama kurun waktu 10 tahun, terdapat hampir 3.000 jiwa atau sekitar 5,5% penduduk yang berumur 50 hingga 65 tahun telah terdiagnosa mengalami diabetes untuk yang pertama kali.

polusi udara karena asap kendaraan bermotor"Penelitian itu memang merupakan sebuah studi yang pertama yang telah menunjuukan bawa seseorang yang sehat masih memiliki kemungkinan terserang penyakit sebagai efek samping dari polusi udara" ujar Zorana J. Andersen. Faktor-faktor resiko yang lainnya untuk diabetes terus menjadi suatu indikator yang sangat signifikan dari kemungkin penyakit diabetes.

Maka, bisa di katakan bahwa paparan polusi udara juga merupakan salah satu faktor yang juga harus dipertimbangkan dalam kondisi kesehatan manusia di perkotaan. Sebenarnya meningkatnya resiko yang terjadi sebagai akibat dari polusi udara, hanya sebesar 4 % saja. Dan sepertinya, hubungan diabetes dengan polusi udara, tampaknya lebih besar resikonya pada para wanita dalam penelitian tersebut.

Jadi, sepertinya harus ada penelitian yang lebih lanjut yang berdasarkan pada perbedaan jenis kelamin yang berhubungan dengan kerentanan terhadap paparan polusi udara. Selain itu, penelitian tersebut masih belum dapat dibuktikan keabsahannya. Karena seperti yang kita ketahui bersama bahwa masih ada faktor-faktor lain yang menyebabkan diabetes, seperti stres, sosial dan lain sebagainya.

Orang yang tinggal di perkotaan yang memiliki tingkat polusi lalu lintas yang tinggi juga sangat berpotensi untuk mengalami sedikit peningkatan risiko kematian akibat dari penyakit stroke. Ada sebuah bukti yang mengindikasikan bahwa partikel polusi sangat kecil sekali sehingga sangat memungkinkan untuk masuk dan berada di dalam aliran darah. Sehingga dapat memberikan potensi untuk terjadinya peradangan dan penyempitan darah di dalam tubuh, yang nantinya akan dapat menyebabkan  serangan jantung, gagal jantung, stroke dan bahkan asma.

mencegah terkena polusi udaraSeorang ahli kesehatan lingkungan dari University of British Columbia di Canada yang berbama Michael Brauer, mengatakan "Polusi udara itu memiliki dampak yang sama buruknya seperti asap rokok  pada pembuluh darah.

Namun ada sedikit perbedaan, sebab siapa saja bisa terkena polusi udara" mencegah terkena polusi udara[/caption] Selain itu, polusi udara di kota besar yang padat penduduknya juga dapat meningkatkan resiko terserang diabetes pada anak-anak. Hal ini juga dipublikasikan di dalam Journal Diabetologica, yang menjelaskan tentang anak-anak yang tinggal di kota yang tinggi polusi udara, ternyata memiiliki kecenderungan lebih rentan memunculkan resistensi insulin sehingga nantinya akan berpotensi mengalami diabetes tipe dua.

Penelitian tersebut melibatkan 3878 anak yang berumur 10 tahun yang diambil contoh darahnya oleh para peneliti untuk diteliti secara lanjut. Dan hasilnya, anak-anak yang tinggal di tempat yang paparan polusi udaranya lebih tinggi terbukti memiliki tingkat resistensi insulin yang lebih tinggi. Sedangkan anak-anak yang tinggal di tempat yang rendah polusi memiliki tingkat resistensi insulin yang relatif rendah. "Jadi bisa disimpulkan bahwa pemicu perkembangan penyakit diabetes tidak hanya karena dari gaya hidup saja. Tapi kondisi kesehatan lingkungan juga ikut berpengaruh dalam kesehatan anak" kata Joachim Heinrich yang menuliskan tentang hasil penelitian itu.

Senin, 16 Desember 2013

Minuman Isotonik Bagi Para Pengidap Hipertensi

produk minuman isotonik
 Minuman isotonik merupakan produk minuman yang mengandung ion seperti ion natrium serta klorida, yang merupakan zat untuk menyusun garam. Seperti yang kita ketahui sebelumnya, perlu adanya pembatasan dalam konsumsi garam khususnya bagi pengidap hipertensi.

Namun, pertanyaan yang muncul dalam beniak kita adalah apakah minum isotonik itu benar-benar aman bagi pengidap hipertensi? Dalam hal ini, Dr Muzal Kadim menyatakan bahwa, minuman isotonik relatif aman jika dikonsumsi oleh pengidap hipertensi.

Sebab kandungan natrium serta klorida di dalam minuman isotonik sangat sedikit sekali jika dibandingkan dengan jumlah garam yang dusah di standartkan oleh WHO yaitu sebanyak 1.500 miligram bagi pengidap hipertensi.

Sebab, nilai kandungan natrium yang terdapat di dalam satu liter produk minuman isotonik hanyalah seujung sendok teh saja. Sehingga masih relatif aman untuk dikonsumsi oleh pengidap hipertensi. pengganti isotonik alami[/caption] Kondisi hipertensi dapat menyebabkan tekanan darah dalam arteri menjadi meningkat sehingga organ jantung bekerja ekstra keras daripada dalam tubuh yang kondisinya normal.

pengganti isotonik alamiHipertensi juga merupakan faktor resiko utama munculnya penyakit lainnya seperti stroke, gagal jantung, serangan jantung serta berbagai penyakit kardiovaskular lainnya. Di samping itu, hipertensi juga dapat menyebabkan penyakit ginjal kronis. Meskipun sebenarnya minuman isotonik termasuk relatif aman untuk dikonsumsi oleh pengidap hipertensi, namun tetap saja sebaaiknya anda tidak mengkonsumsi minum isotonik secara berlebihan khususnya saat anda tidak sedang melakukan aktivitas fisik yang sangat menguras cairan tubuh.

"Fungsi dari minuman isotonik adalah menggantikan cairan tubuh yang hilang saat anda melakukan aktivitas. Jadi, aktivitas fisik yang berat serta membuat anda mengeluarkan banyak keringat lah yang sangat membutuhkan bantuan dari minuman isotonik" kata Dr. Muzal Kadir. Sebenarnya, ada minuman yang dapat menggantikan ion-ion dalam tubuh kita dengan cepat secara alami. Yaitu dengan minum air kelapa.

Air kelapa yang rasanya manis dan segar dapat menggantikan ion-ion serta cairan dalam tubuh yang hilang dengan cepat dan sangat alami sekali. Bahkan, saat ini banyak sekali produk-produk minuman yang bahan utamanya adalah air kelapa muda yang bagus sekali untuk kebugaran tubuh. Selain itu, air kelapa juga mengandung anti bakteri, anti virus, anti jamur sama seperti air susu ibu.

Minggu, 15 Desember 2013

Meningkatnya Penderita TBC Di Indonesia

paru-paru yang terserang baksil TBC Saat ini Indonesia menduduki peringkat ke 4 dibawah India, China serta Afrika Selatan. Tentunya hal ini bukanlah suatu prestasi yang bagus, tapi merupakan hasil dari buruknya penanganan kesehatan bagi masyarakat Indonesia.

Menurut perkiraan Balitbangkes atau Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan , Kementrian Kesehatan telah memperkirakan ada sekitar 430.000 kasus TBC yang baru. Dan setiap harinya terjadi sekitar 169 kematian yang terjadi karena TBC.

Penyakit TBC umumnya disebabkan oleh adanya bakteri Mikrobakterium tuberkulosa yang ditemukan oleh seseorang yang bernama Robert Koch pada tanggal 24 Maret 1882. Sedangkan obat untuk TBC baru ditemukan pada tahun 1940an.

Baksil-baksil penyebab TBC akan ikut terbang di udara pada saat seorang penderita TBC batuk. Dengan adanya baksil-baksil TBC yang terbang di udara tersebut akan measuk ke dalam tubuh manusia melalui saluran pernapasan sehingga terkumpul di dalam organ paru-paru. penyebaran baksil TBC.

penyebaran baksil TBCKemudian, baksil-baksil tersebut dapat menyebar ke seluruh bagian tubuh melalui aliran darah maupun kelenjar getah bening. Karena itulah, mengapa infeksi TBC dapat terjadi di berbagai organ tubuh seperti paru-paru, saluran pencernaan, ginjal, otak, kelenjar getah bening, tulang, dan salin sebagainya. Sedangkan kasus yang paling banyak terjadi adalah infeksi TBC pada paru-paru.

Menurut Kepala Bagian Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Trihono mengatakan "Kita harus mengakui bahwa sampai saat ini penyakit TBC masih merajalela, karena TBC masih menjadi penyebab kematian nomor 2 setelah penyakit stroke, dan bahkan untuk Indonesia bagian timur, TBC sudah menjadi penyebab kematian nomer 1" Pada saat wabah HIV/AIDS mulai terdeteksi di seluruh negara di dunia, TBC merupakan salah satu penyakit yang dapat dikatakan sangat berkaitan dengan penyakit HIV/AIDS.

Sebab, orang yang mengidap HIV/AIDS sangat rentan sekali tertular baksil-baksil penyebab TBC, jika dibandingkan dengan orang yang tidak mengidap HIV/AIDS. Begitu juga sebaliknya, orang yang mengidap TBC sengat mudah sekali untuk tertular penyakit HIV daripada orang yang tidak mengidap TBC. Dalam sebuah wawancara dengan dokter ahli paru-paru di sebuah rumah sakit ternama di Jakarta, telah terungkap bahwa ada dokter pragtek yang tidak ingin menyebutkan panyakit yang diderita oleh pasiennya bila si pasien terdeteksi pengidap TBC.

penularan TBC
Dokter tersebut hanya menyebutkan penyakit tersebut sebagai infeksi biasa. Akibatnya, obat yang diberikan bukanlah obat untuk TBC sehingga penyakitnya tidak kunjung sembuh. Selain itu, persoalan yang lainnya adalah rendahnya ketaatan untuk minum obat.

Sebab, obat tersebut seharusnya diminum secara teratur hingga 6 bulan lamanya. Bila tidak di minum secara teratur maka akan terjadi resistensi sehingga obat yang diberikan tersebut tidak lagi bisa menyembukan TBC. penularan TBC[/caption] Dulu, pernah digalakkan gerakan PMO atau Pengawas Minum Obat, yaitu seseorang yang dibayar untuk mengawasi para pasien TBC agar tetap meminum obatnya secara teratur.

Bahkan para pasien TBC yang berobat di rumas kasit diberikan makan siang serta pengganti ongkos. Namun, apakah sekarang gerakan tersebut masih berjalan? Masalah lainnya yang terkait adalah masih banyaknya orang yang malu sehingga malah menyembunyikan anggota keluarganya jika menderita TBC. Hal ini sangat ironis sekali, sebab hal semacam ini tidak akan dapat menyembuhkan penyakitnya. TBC menyebar secara merata di berbagai wilayah di Indonesia, namun wilayah penyebaran yang terbesar adalah di Indonesia bagian timur seperti NTT, NTB, Maluku serta Papua. Kondisi pengidap TBC semakin memburuk karena berhubungan dengan kemiskinan serta perilakunya. Dan kabarnya, pemerintah menyediakan anggaran sebesar Rp 2 triliun untuk menanggulangi penyebaran penyakit TBC.

Meskipun ada dana bukan berarti bahwa usaha penanggulangan dapat berjalan mulus dengan adanya bertambahnya penduduk yang tertular penyakit HIV sehingga orang-orang yang mengidap HIV pastinya juga mengidap TBC. Selain itu, penyakit degeneratif lainnya seperti diabetes, juga menjadi persoalan tersendiri dalam penanggulangan TBC. Serta rendahnya kesadaran para penderita TBC sendiri yang terkadang lalai entah itu sengaja maupun tidak untuk rutin minum obat TBC.

Dengan menyebarnya penyakit TBC, maka sudah seharusnyalah  diperlukan bantuan dari pemerintah berupa himbuan agat para pasien TBC juga diharuskan untuk menjalani tes HIV. Sebab, cara seperti ini sudah banyak dilakukan oleh negara yang lainnya seperti Singapura, Makao serta Malaysia. Namun sayangnya, para pasien kebanyakan menolak anjuran untuk mengikuti tes HIV.

Selain itu pemerintah juga perlu untuk melibatkan lembaga masyarakat serta berbagai institusi yang terkait untuk lebih memasyarakatkan pengobatan TBC sehingga para masyarakat semakin mengerti tentang keperdulian pemerintah pada rakyatnya serta menghilangkan perasaan malu pada keluarga yang mengalami TBC. Sebab selama ini TBC selalu berkaitan dengan tingkat kemiskinan.

Sabtu, 14 Desember 2013

Faktor Penyebab Dan Dampak Obesitas

Obesitas atau kelebihan berat badan dapat dialami oleh semua orang, baik tua atau muda, tanpa memandang jenis kelamin, latar belakang sosial, pekerjaan, serta etnis.

Hal seperti ini memang sangat mengkhawatirkan pada beberapa negara sehingga banyak banyak badan atau organisasi yang difungsikan untuk mengatasi tingkat obesitas.
Obesitas dapat meningkatkan resiko terjadinya berbagai macam gangguan kesehatan bagi seseorang yang mengalaminya.  Orang yang mengalami kelebihan berat badan akan rentan terhadap komplikasi dari berbagai macam penyakit seperti diabetes, jantung koroner, serta stroke.

Karena itu memiliki tubuh langsing dan ideal akan lebih menguntungkan bagi kesehatan anda sendiri. Ada berbagai macam faktor yang dapat menyebabkan seseorang mengalami obesitas. Diantaranya adalah faktor lingkungan serta genetik.

Perubahan pola makan yang bergeser mengarah ke makanan yang mengandung kalori tinggi serta berubahan gaya hidup modern yang membuat kita kurang bergerak atau kurang aktivitas secara fisik juga dituding sebagai penyebab utama dari terjadinya obesitas yang semakin lama semakin meningkat tajam.
  • Faktor lingkungan.
Banyak mengkonsumsi makanan yang tidak sehat seperti junk food yang memiliki rasa enak namun menyebabkan banyak sekali penyakit yang timbul karenanya. Demikian juga dengan makanan cepat saji. Kurangnya aktifitas fisik seperti olahraga serta bekerja. Selain itu terlalu lama duduk sambil menonton televisi juga dapat meningkatkan penimbunan lemak dalam tubuh kita.
  • Faktor genetika.
Keturunan juga dapat menyebabkan seseorang memiliki potensi untuk menjadi kegemukan atau obesitas, kecenderungan mengalami obesitas akan meningkat sekitar 25 hingga 30%. Dan semakin diperparah dengan adanya lingkungan yang menyukai makanan tinggi kalori serta malah beraktifitas.
  • Faktor penyakit.
Penyakit seperti hipotiroidisme yaitu suatu keadaan dimana efek hormon tiroid dalam suatu jaringan menjadi berkurang, atau penyakit yang terjadi karena kurangnya asupan gizi seperti iodina atau yodium.

Kelainan hipotalamus, hipotalamus adalah bagian dari otak yang terdiri dari sejumlah nukleus yang memiliki banyak fungsi yang sangat peka terhadapt steroid, glukokortikoid, glukosa, serta suhu, yang dapat menyebabkan perubahan keseimbangan hormonal di dalam tubuh yang dapat berakibat munculnya penimbunan lemak pada tubuh.Cara yang sederhana untuk menentukan terjadinya obesitas sentral adalah dengan cara mengukur lingkar perut. Pengukuran lingkar perut umumnya dilakukan pada bagian pinggang  diantara tulang panggul bagian bawah dengan tulang rusuk pada bagian bawah.

Seseorang dapat dikatakan mengalami obesitas sentral jika lingkar perutnya lebih dari 90 cm pada pria, sedangkan wanita ukurannya lebih dari 80 cm. Selain itu, untuk menetukan keadaan obesitas kita juga bisa menggunakan rumus IMT atau Indeks Massa Tubuh, yaitu dengan mengukur tinggi badan serta berat badan, kemudian membagi berat badan dengan tinggi badan di kuadrat. Berat badan / (tinggi badan x tinggi badan) Contohnya : seseorang dengan berat badan 72 kg serta tingginya 160 cm, maka 72 / (1.6x1.6) = 28.1 (Gemuk) Orang yang mengalami kegemukan dibandingkan dengan orang yang lebih kurus, akan rentan sekali terserang penyakit-penyakit tertentu.

Perawatan penyakit pada orang yang mengalami obesitas seringkali kurang berhasil dengan baik. Penyakit tertentu diantaranya adalah apendisitis, sirosis, diabetes, penyakit jantung dan pembuluh darah terutama penyakit jantung koroner. Pasien yang mengalami salah satu dari penyakit diatas yang juga mengalami kegemukan, akan lebih mudah untuk diobati bila mereka mau menurunkan berat badan serta mengatur pola makannya. kelebihan berat badan[/caption] Maka, bila anda makan lebih sedikit dari yang dibutuhkan oleh tubuh maka akan dapat merubah lemak menjadi tenaga.

Jika dalam beberapa hari ataupun beberapa minggu anda makan sekitar 3500 kalori lebih banyak dari yang dibutuhkan oleh tubuh, maka berat badan anda akan naik sekitar 0,5 kg. Kelebihan berat badan bukan hanya berpengaruh pada lebar pinggang, namun juga kesehatan otak. Beberapa kasus obesitas memang sangat berbahaya bagi otak. Menurut sebuah penelitian, obesitas akan secara otomatis mengubah pola makan pada individu. Individu tersebut akan semakin menjadi kecanduan untuk makan bila berat badannya bertambah. Hal ini disebabkan karena otak butuh untuk dipuaskan dengan semua makanan yang manis-manis serta makanan yang berlemak. Dalam sebuah studi di Amerika telah menemukan kaitan antara obesitas dengan sistem kekebalan tubuh.

Pada awalnya obesitas akan mengubah kinerja sistem imun sehingga dapat meningkatkan resiko inflamasi. Inflamasi tersebut kemudian akan mempengaruhi organ otak serta menghancurkan beberapa bagian organ otak. Hal ini mengakibatkan suasana hati menjadi mudah berubah serta membuat seseorang menjadi susah untuk menghentikan kebiasaan makan secara berlebih. Masih berkaitan dengan inflamasi akibat obesitas, ternyata keadaan ini akan membuat tubuh serta pikiran menjadi mudah stress.

Selain itu, lemak pada bagian perut akan membuat ukuran organ otak menjadi mengecil. Sehingga resiko demensia menjadi semakin meningkat pada orang yang mengalami obesitas. Demensia adalah  suatu istilah yang umumnya digunakan untuk menjelaskan adanya penurunan fungsional yang disebabkan oleh kelainan yang terjadi pada organ otak.

Pernah mendengar diet yoyo? Diet yoyo adalah diet yang cenderung berputar, karena seseorang mengalami peningkatan serta penurunan berat badan yang terus menerus berlanjut. Diet yoyo mampu membuat berat badan menjadi semakin bertambah. Perputaran ini pun akan mempengaruhi organ otak serta dapat membuat seseorang menjadi cepat stress.

Sebuah studi menyebutkan bahwa obesitas mampu merusak memori pada seseorang. Hal ini dikarenakan adanya hormon yang diperoduksi oleh lemak yang dapat menyebabkan inflamasi. Inflamasi ini nantinya akan memberikan pengaruh pada bagian kognitif seseorang yang dapat berakibat seseorang menjadi hilang ingatan.      

Jumat, 13 Desember 2013

Jenis Penyakit Jantung

Penyakit jantung merujuk kepada penyakit yang menyerang organ jantung serta sistem pembuluh darah organ jantung. Jantung, merupakan organ vital yang sangat strategis dalam tubuh manusia sebab memiliki fungsi sebagai pemompa darah.

Ada begitu banyak penyebab dari penyakit jantung, meliputi gaya hidup, kelainan jantung sejak lahir, serta pola makan seseorang yang tidak sehat.

Serangan jantung merupakan suatu hal yang merupakan akibat dari penyakit jantung koroner yang merupakan biang keladi dari berbagai kasus kematian pada banyak wanita serta pria di Amerika.

Pada kenyataannya, penyakit jantung tidak hanya menyerang orang yang telah lanjut usia saja. Namun, dewasa ini banyak sekali anak muda yang telah mengidap berbagai macam penyakit jantung. Bukan hanya itu saja, bahkan bayi yang baru lahir juga dapat mengidap kelainan pada organ jantungnya.

Ada lebih dari 50 jenis penyakit jantung yang bisa menyerang orang-orang yang memiliki gaya hidup serta pola makan yang tidak sehat. Walaupun saat ini sudah banyak cara untuk menangani penyakit jantung, baik dengan cara medis maupun herbal, namun tetap saja mencegah lebih baik daripada mengobati.

Inilah beberapa jenis penyakit jantung yang harus kita waspadai bersama:
  • Gagal jantung.
Heart Failure atau gagal jantung merupakan suatu keadaan dimana jantung tidak dapat memasok aliran darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh serta berakibat sangat fatal. Terkadang, gagal jantung sering sekali di salah artikan sebagai apa yang dinamakan dengan serangan jantung.

Gagal jantung memiliki gejala, seperti pembengkakan pada bagian tangan dan kaki, peningkatan atau mengurangan berat badan sebelum terjadi pembengkakan akibat dari kelebihan cairan, napas pendek-pendek, rasa lelah yang terus menerus, angina maupun ketidaknyamanan pada bagian dada serta lengan karena adanya penyumbatan pada arteri koroner,
  • Masalah pada katup jantung
valves of heartMasalah pada katup jantung atau disebut juga dengan heart valve disease merupakan suatu keadaan dimana salah satu atau bahkan lebih dari katup jantung tidak dapat bekerja dengan baik. Dalam beberapa kasus, orang yang terlahir dengan masalah pada katup jantung, sedangkan beberapa orang mendapatkan kelainan pada bagian katup di masa hidupnya.

Kelainan pada katup jantung dapat disebabkan oleh infeksi, umur serta karena adanya penyakit lain. Nyaris tidak ada gejala yang dapat ditemukan oleh penderita kelainan pada katup jantung. Ada sekitar tiga jenis penyakit katup jantung, seperti kebocoran, penyempitan, serta katup tanpa lubang. Tidak ada obat, untuk kelainan pada katup jantung kecuali melakukan operasi. Namun, bagi anda yang tidak memiliki penyakit ini sejak lahir, menjaga pola makan serta gaya hidup adalah kunci untuk bebas dari penyakit ini.
  • Aritmia
Aritmia merupakan jenis penyakit jantung yang mengganggu, yaitu berupa gangguan irama maupun pada detak jantung. Detak jantung bisa lebih cepat, lebih lambat, serta tidak teratur. Faktor utama penyakit aritmia, adalah kurangnya kalsium pada tubuh serta adanya penyumbatan pembuluh darah pada jantung. 

Penyumbatan pada pembuluh darah jantung yang juga berefek pada detak jantung yang abnormal akan mengakibatkan serangan jantung. Selain dua hal tersebut penyebab aritmia lainnya adalah diabetes, tekanan darah tinggi, kafein, merokok, alkohol, stress, kematian otot jantung, penyalahgunaan obat-obatan serta terlalu aktifnya kelenjar thyroid.
  • Perikarditis
Penyakit ini merupakan peradangan pada kantung jantung maupun pada pericardium, sehingga dapat menimbulkan adanya penimbunan cairan serta penebalan. Peradangan ini disebabkan oleh beberapa hal. Penyebab yang umum merupakan infeksi virus serta terapi penyinaran untuk pengobatan kanker payudara. 

Gejala yang umumnya timbul akibat adanya perikarditis, adalah sesak napas, batuk-batuk, tekanan darah tinggi, serta kelelahan akibat kerja jantung yang tidak efisien. Penyakit jantung jenis ini dapat didiagnosa melaliu MRI maupun kateterisasi jantung. Konsumsi obat untuk mengurangi cairan dapat membantu untuk mengurangi gejala perikarditis, namun kesembuhan secara total adalah dengan cara pengangkatan pericardium.
  • Penyakit jantung koroner.
Penyakit jantung koroner disebabkan oleh lapisan lemak maupun kolesterol pada dinding nadi yang menyumbat arteri darah. Akibat dari adanya penyumbatan oleh lapisan lemak serta kolesterol pada arteri darah adalah terganggunya proses suplai darah yang menuju ke jantung serta dari jantung ke seluruh tubuh.

Saat darah tersumbat akibat lapisan lemak, maka inilah yang disebut dengan serangan jantung. Lapisan lemak serta kolesterol pada dinding nadi diakibatkan oleh kecanduan rokok, hipertensi, serta kolesterol tinggi. Bila seseorang merasakan gejala-gejala seperti nyeri pada bagian dada tengah yang menjalar hingga ke lengan kiri serta leher bahkan hingga ke punggung, keringat dingin, serta rasa mual-mual berarti individu tersebut kemungkinan menderita penyakit jantung koroner.   Disini hanya kita sebutkan penyakit jantung yang paling umum yang terjadi di masyarakat. Waspadai berbagai gejalanya serta selalu berkonsultasi pada dokter jika salah satu penyakit jantung diatas menyerang anda.

Kamis, 12 Desember 2013

Peningkatan Jumlah Pengidap Hipertensi Di Indonesia

memeriksa tekanan darah
 Setiap tahunnya, penyakit hipertensi telah membunuh 9,4 juta jiwa penduduk di seluruh dunia. WHO juga telah memperkirakan bahwa jumlah pengidap hipertensi akan terus meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk.

Dan WHO juga memprediksi bahwa pada tahun 2025 yang akan datang, ada sekitar 29%  jiwa di dunia yang terserang penyakit hipertensi.

Pada saat ini kebanyakan pengidap hipertensi tinggal di negara-negara berkembang. WHO menyebutkan juga bahwa 40% penduduk negara-negara berkembang di dunia mengalami hipertensi, sedangkan di negara-negara maju, penduduk yang mengalami hipertensi sekitar 35%.

Wilayah Afrika menempati posisi pertama dengan jumlah penduduk penderita hipertensi sebesar 46%. Sedangkan Amerika menempati urutan paling bawah dengan penduduk yang mengalami hipertensi sebesar 35%.

komplikasi karena tekanan darah tinggiSedangkan bagian Asia Tenggara memiliki prosentase sebesar 36% penduduk yang mengalami hipertensi. Hipertensi telah membunuh sebanyak 1,5 juta jiwa setiap tahunnya. Sehingga bisa di katakan bahwa satu dari tiga orang di Indonesia yang mengalami penyakit hipertensi. komplikasi karena tekanan darah tinggi[/caption] Ada peningkatan yang cukup tajam dari pengidap hipertensi di Indonesia.

Dulu, ada sekitar 18 % sekarang meningkat menjadi 31% pria di Indonesia mengidap hipertensi. Sedangkan wanitanya dulu 16% sekarang meningkat menjadi 29%, seperti yang dikatakan oleh Dr. Khancit Limpakarnjanarat, perwakilan Organisasi kesehatahn Dunia WHO untuk Indonesia.

Menurut data yang diterima oleh RIset Kesehatan Dasar tahun 2007, menyebutkan bahwa propinsi yang memiliki angka prevalensi hipertensi yang tertinggi yaitu di Kepulauan Natuna dengan nilai 53,3 %. Sedangkan posisi yang p[aling bawah diduduki oleh Propinsi Papua Barat dengan nilai prevalensi sebanyak 6,8 %. Seperti penyakit-penyakit yang lain, hipertensi dapat dicegah.

Caranya adalah dengan merubah pola makan serta tetap berolah raga. Ke duanya merupakan  faktor yang utama dalam menjaga kesehatan. Semua orang seharusnya mengkonsumsi makanan yang bergizi dalam jumlah yang seimbang.

Perbanyak konsumsi sayur dan buah serta mengurangi konsumsi makanan yang berlemak. Selain itu, usahakan untuk membatasi pemakaian garam. Batasi pemakaian garam sebanyak 5 gram saja setiap hari. Selain itu juga jauhi minuman beralkohol serta rokok sebab sangat berpotensi untuk menghambat aliran darah di dalam tubuh.

Olahraga secara rutin dan teratur juga sangat diperlukan. Sebaiknya usahakan untuk selalu melakukan aktivitas secara fisik selama paling tidak 30 menit setiap harinya. Hal seperti ini berlaku bagi siapapun baik muda maupun tua.

Berolahraga secara rutin akan dapat mengurangi berat badan yang berlebihan. Dengan adanya pengurangan berat badan sebanyak 5 kg saja, akan dapat mengurangi angka sistolik pada pembuluh darah sebanyak 2 hingga 10 poin. Selain itu mengatur dan mengendalikan stres juga sangat penting sekali artinya.

Walaupun hipertensi tidak menunjukkan berbagai gejala yang signifikan, namun dapat menimbulkan berbagai macam penyakit yang tidak kalah menakutkan seperti gagal jantung, stroke, gagal ginjal dan bahkan dapat membuat seseorang mati muda. Di seluruh dunia, sudah ada sekitar 1 miliyar jiwa yang mengidap hipertensi, sedangkan di Indonesia sendiri angkanya mencapai 32% dari seluruh penduduk di Indonesia.

”Kesadaran akan pentingnya kesehatan pada setiap individu sudah seharusnya di tingkatkan kembali. Dengan cara mengukur tekanan darah secara berkala, mengubah pola makan, olah raga serta mengurangi asupan garam akan sangat membantu" ujar Dr. Khancit Limpakarnjanarat.

Rabu, 11 Desember 2013

Faktor Resiko Dari Penyakit Jantung

Surabaya,Seperti yang kita ketahui, jantung merupakan organ tubuh yang vital yang memiliki fungsi untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Seperti organ tubuh yang lainnya, jantung juga dapat terserang oleh berbagai macam penyakit.

Yang disebut penyakit jantung adalah suatu kondisi yang dapat menyebabkan jantung tidak mampu melakukan tugasnya dengan baik.

Karena adanya berbagai gangguan serta penyakit yang dapat mempengaruhi kinerja jantung. Penyakit jantung yang umum terjadi adalah jantung koroner yang mampu menyebabkan serangan jantung hingga kematian secara mendadak.

Penyebab dari penyakit jantung kotoner adalah adanya penyempitan serta penyumbatan pembuluh arteri karena akumulasi serta penumpukan zat-zat lemak secara berlebihan pada lapisan dinding nadi pembuluh koroner.

Hal ini umunya dipengaruhi oleh pola makan yang tidak sehat serta gaya hidup yang kurang bergerak, merokok, hipertensi, serta kolesterol yang tinggi sehngga mempegaruhi pembentukan pembekuan darah. Akibatnya, aliran darah ke jantung menjadi terhambat sehingga mengganggu kinerja jantung untuk memompa darah yang akhirnya memicu terjadinya serangan jantung.

Selain itu ada juga penyakit yang lain yang disebabkan adanya kelainan bawaan atau sejak lahir seperti jantung yang tidak sempurna, kelainan pada katup jantung, serta lemahnya otot jantung, penyebab yang lainnya adalah bakteri yang dapat menyebabkan infeksi pada jantung.

Jantung merupakan organ yang berupa otot, berbentuk kerucut, memiliki rongga serta dengan basisnya di atas dan puncaknya berada di bawah.

Puncak atau apex miring ke sebelah kiri. Memiliki berat sekitar 300 g. penyebab jantung koroner.

Agar jantung berfungsi sebagai pemompa yang efisien , maka otot-otot jantung, rongga atas serta rongga bagian bawah haruslah berkontraksi secara bergantian. Laju denyut jantung atau kerja pokpa ini dikendalikan secara alamiah oleh suatu pengatur irama.

Pengatur irama ini terdiri dari sekumpulan nodus sinotrialis, yang terletak pada bagian dalam dinding serambi kanan. Sebuah impuls listrik yang ditrasmisikan oleh nodus sinotrialis ke kedua serambi akan membuat keduanya dapat berkontraksi secara serentak.

Arus listrik ini kemudian akan diteruskan ke dinding-dinding bilik, yang nanti pada gilirannya akan membuat bilik-bilik tersebut berkontraksi secara serentak juga. Periode kontraksi ini umumnya disebut systole.

Selanjutnya periode ini akan diikuti dengan sebuah relaksasi pendek sekitar 0,4 detik yang biasa disebut diastole, sebelum impuls berikutnya datang. Nodus sinotrialus akan menghasilkan antara 60 hingga 72 impuls seperti ini pada setiap menit, pada saat jantung sedang santai.Produksi impuls ini juga dikendalikan oleh suatu bagian pada sistem saraf yang disebut sistem saraf otonom, yang dapat bekerja diluar keinginan kita. Sistem listrik built-in inilah yang menghasilkan kontraksi-kontraksi pada otot jantung berirama yang biasa disebut denyut jantung.

Beberapa faktor resiko terserang penyakit jantung koroner, adalah:
  • Umur 45 tahun pada pria
Sangatlah penting sekali bagi pria untuk menyadari suatu kerentanan pada mereka serta mengambil tindakan yang positif untuk mencegah munculnya penyakit jantung.
  • Umur 55 tahun atau telah mengalami menopause dini pada wanita
Wanita yang mengalami menopause dini sebagai suatu akibat dari operasi serta wanita yang berumur 55 tahun, juga diwajibkan untuk menjaga kesehatan tubuh serta organ jantungnya.
  • Riwayat kesehatan keluarga
Riwayat serangan jantung yang pernah dialami oleh salah satu anggota dalam sebuah keluarga seringkali merupakan suatu akibat dari profil kolesterol yang bersifat abnormal.
  • Diabetes.
Mayoritas pengidap diabetes yang meninggal, bukanlah disebabkan karena adanya peningkatan level pada kadar gula dalam darahnya, namun lebih disebabkan karena kondisi komplikasi pada jantung mereka.
  • Rokok
Resiko serangan penyakit jantung pada seorang perokok setara dengan resiko serangan jantung pada individu yang memiliki kelebihan berat badan sekitar 100 pon. Sebenarnya memang tidak mungkin untuk menyamakan keduanya. Salah satu teori yang lebih masuk akal adalah karena racun pada rokok yang masuk dalam tubuh akan mempengaruhi kesehatan seluruh organ di dalam tubuh manusia.
  • Hipertensi
Hipertensi dapat menyebabkan berbagai macam penyakit mengerikan termasuk dapat juga mengakibatkan gagal jantung, maupun penyempitan pembuluh darah jantung serta juga dapat menyebabkan serangan jantung.
  • Obesitas.
Obesitas khususnya obesitas sentral ditandai dengan perut yang buncit adalah bentuk dari kegemukan. Meskipun orang yang gemuk memiliki kecenderungan akan resiko penyakit jantung, terlebih lagi orang yang mengalami obesitas sentral.
  • Gaya hidup
Gaya hidup yang tidak sehat merupakan salah satu penyebab utama dari penyakit jantung serta menggantinya dengan beraneka kegiatan fisik, sungguh merupakan sesuatu langkah yang paling radikal yang dapat diambil.
  • Stress.
Telah banyak sekali penelitian yang telah menunjukkan bahwa ketika seseorang menghadapi stres karena situasi yang sangat menegangkan, dapat menyebabkan terjadinya arithmias jantung. Hal ini terjadi karena sistem listrik yang berjalan secara cepat dan kacau pada bagian jantung, sehingga sangat membahayakan jiwa.