Senin, 16 Desember 2013

Minuman Isotonik Bagi Para Pengidap Hipertensi

produk minuman isotonik
 Minuman isotonik merupakan produk minuman yang mengandung ion seperti ion natrium serta klorida, yang merupakan zat untuk menyusun garam. Seperti yang kita ketahui sebelumnya, perlu adanya pembatasan dalam konsumsi garam khususnya bagi pengidap hipertensi.

Namun, pertanyaan yang muncul dalam beniak kita adalah apakah minum isotonik itu benar-benar aman bagi pengidap hipertensi? Dalam hal ini, Dr Muzal Kadim menyatakan bahwa, minuman isotonik relatif aman jika dikonsumsi oleh pengidap hipertensi.

Sebab kandungan natrium serta klorida di dalam minuman isotonik sangat sedikit sekali jika dibandingkan dengan jumlah garam yang dusah di standartkan oleh WHO yaitu sebanyak 1.500 miligram bagi pengidap hipertensi.

Sebab, nilai kandungan natrium yang terdapat di dalam satu liter produk minuman isotonik hanyalah seujung sendok teh saja. Sehingga masih relatif aman untuk dikonsumsi oleh pengidap hipertensi. pengganti isotonik alami[/caption] Kondisi hipertensi dapat menyebabkan tekanan darah dalam arteri menjadi meningkat sehingga organ jantung bekerja ekstra keras daripada dalam tubuh yang kondisinya normal.

pengganti isotonik alamiHipertensi juga merupakan faktor resiko utama munculnya penyakit lainnya seperti stroke, gagal jantung, serangan jantung serta berbagai penyakit kardiovaskular lainnya. Di samping itu, hipertensi juga dapat menyebabkan penyakit ginjal kronis. Meskipun sebenarnya minuman isotonik termasuk relatif aman untuk dikonsumsi oleh pengidap hipertensi, namun tetap saja sebaaiknya anda tidak mengkonsumsi minum isotonik secara berlebihan khususnya saat anda tidak sedang melakukan aktivitas fisik yang sangat menguras cairan tubuh.

"Fungsi dari minuman isotonik adalah menggantikan cairan tubuh yang hilang saat anda melakukan aktivitas. Jadi, aktivitas fisik yang berat serta membuat anda mengeluarkan banyak keringat lah yang sangat membutuhkan bantuan dari minuman isotonik" kata Dr. Muzal Kadir. Sebenarnya, ada minuman yang dapat menggantikan ion-ion dalam tubuh kita dengan cepat secara alami. Yaitu dengan minum air kelapa.

Air kelapa yang rasanya manis dan segar dapat menggantikan ion-ion serta cairan dalam tubuh yang hilang dengan cepat dan sangat alami sekali. Bahkan, saat ini banyak sekali produk-produk minuman yang bahan utamanya adalah air kelapa muda yang bagus sekali untuk kebugaran tubuh. Selain itu, air kelapa juga mengandung anti bakteri, anti virus, anti jamur sama seperti air susu ibu.

Minggu, 15 Desember 2013

Meningkatnya Penderita TBC Di Indonesia

paru-paru yang terserang baksil TBC Saat ini Indonesia menduduki peringkat ke 4 dibawah India, China serta Afrika Selatan. Tentunya hal ini bukanlah suatu prestasi yang bagus, tapi merupakan hasil dari buruknya penanganan kesehatan bagi masyarakat Indonesia.

Menurut perkiraan Balitbangkes atau Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan , Kementrian Kesehatan telah memperkirakan ada sekitar 430.000 kasus TBC yang baru. Dan setiap harinya terjadi sekitar 169 kematian yang terjadi karena TBC.

Penyakit TBC umumnya disebabkan oleh adanya bakteri Mikrobakterium tuberkulosa yang ditemukan oleh seseorang yang bernama Robert Koch pada tanggal 24 Maret 1882. Sedangkan obat untuk TBC baru ditemukan pada tahun 1940an.

Baksil-baksil penyebab TBC akan ikut terbang di udara pada saat seorang penderita TBC batuk. Dengan adanya baksil-baksil TBC yang terbang di udara tersebut akan measuk ke dalam tubuh manusia melalui saluran pernapasan sehingga terkumpul di dalam organ paru-paru. penyebaran baksil TBC.

penyebaran baksil TBCKemudian, baksil-baksil tersebut dapat menyebar ke seluruh bagian tubuh melalui aliran darah maupun kelenjar getah bening. Karena itulah, mengapa infeksi TBC dapat terjadi di berbagai organ tubuh seperti paru-paru, saluran pencernaan, ginjal, otak, kelenjar getah bening, tulang, dan salin sebagainya. Sedangkan kasus yang paling banyak terjadi adalah infeksi TBC pada paru-paru.

Menurut Kepala Bagian Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Trihono mengatakan "Kita harus mengakui bahwa sampai saat ini penyakit TBC masih merajalela, karena TBC masih menjadi penyebab kematian nomor 2 setelah penyakit stroke, dan bahkan untuk Indonesia bagian timur, TBC sudah menjadi penyebab kematian nomer 1" Pada saat wabah HIV/AIDS mulai terdeteksi di seluruh negara di dunia, TBC merupakan salah satu penyakit yang dapat dikatakan sangat berkaitan dengan penyakit HIV/AIDS.

Sebab, orang yang mengidap HIV/AIDS sangat rentan sekali tertular baksil-baksil penyebab TBC, jika dibandingkan dengan orang yang tidak mengidap HIV/AIDS. Begitu juga sebaliknya, orang yang mengidap TBC sengat mudah sekali untuk tertular penyakit HIV daripada orang yang tidak mengidap TBC. Dalam sebuah wawancara dengan dokter ahli paru-paru di sebuah rumah sakit ternama di Jakarta, telah terungkap bahwa ada dokter pragtek yang tidak ingin menyebutkan panyakit yang diderita oleh pasiennya bila si pasien terdeteksi pengidap TBC.

penularan TBC
Dokter tersebut hanya menyebutkan penyakit tersebut sebagai infeksi biasa. Akibatnya, obat yang diberikan bukanlah obat untuk TBC sehingga penyakitnya tidak kunjung sembuh. Selain itu, persoalan yang lainnya adalah rendahnya ketaatan untuk minum obat.

Sebab, obat tersebut seharusnya diminum secara teratur hingga 6 bulan lamanya. Bila tidak di minum secara teratur maka akan terjadi resistensi sehingga obat yang diberikan tersebut tidak lagi bisa menyembukan TBC. penularan TBC[/caption] Dulu, pernah digalakkan gerakan PMO atau Pengawas Minum Obat, yaitu seseorang yang dibayar untuk mengawasi para pasien TBC agar tetap meminum obatnya secara teratur.

Bahkan para pasien TBC yang berobat di rumas kasit diberikan makan siang serta pengganti ongkos. Namun, apakah sekarang gerakan tersebut masih berjalan? Masalah lainnya yang terkait adalah masih banyaknya orang yang malu sehingga malah menyembunyikan anggota keluarganya jika menderita TBC. Hal ini sangat ironis sekali, sebab hal semacam ini tidak akan dapat menyembuhkan penyakitnya. TBC menyebar secara merata di berbagai wilayah di Indonesia, namun wilayah penyebaran yang terbesar adalah di Indonesia bagian timur seperti NTT, NTB, Maluku serta Papua. Kondisi pengidap TBC semakin memburuk karena berhubungan dengan kemiskinan serta perilakunya. Dan kabarnya, pemerintah menyediakan anggaran sebesar Rp 2 triliun untuk menanggulangi penyebaran penyakit TBC.

Meskipun ada dana bukan berarti bahwa usaha penanggulangan dapat berjalan mulus dengan adanya bertambahnya penduduk yang tertular penyakit HIV sehingga orang-orang yang mengidap HIV pastinya juga mengidap TBC. Selain itu, penyakit degeneratif lainnya seperti diabetes, juga menjadi persoalan tersendiri dalam penanggulangan TBC. Serta rendahnya kesadaran para penderita TBC sendiri yang terkadang lalai entah itu sengaja maupun tidak untuk rutin minum obat TBC.

Dengan menyebarnya penyakit TBC, maka sudah seharusnyalah  diperlukan bantuan dari pemerintah berupa himbuan agat para pasien TBC juga diharuskan untuk menjalani tes HIV. Sebab, cara seperti ini sudah banyak dilakukan oleh negara yang lainnya seperti Singapura, Makao serta Malaysia. Namun sayangnya, para pasien kebanyakan menolak anjuran untuk mengikuti tes HIV.

Selain itu pemerintah juga perlu untuk melibatkan lembaga masyarakat serta berbagai institusi yang terkait untuk lebih memasyarakatkan pengobatan TBC sehingga para masyarakat semakin mengerti tentang keperdulian pemerintah pada rakyatnya serta menghilangkan perasaan malu pada keluarga yang mengalami TBC. Sebab selama ini TBC selalu berkaitan dengan tingkat kemiskinan.

Sabtu, 14 Desember 2013

Faktor Penyebab Dan Dampak Obesitas

Obesitas atau kelebihan berat badan dapat dialami oleh semua orang, baik tua atau muda, tanpa memandang jenis kelamin, latar belakang sosial, pekerjaan, serta etnis.

Hal seperti ini memang sangat mengkhawatirkan pada beberapa negara sehingga banyak banyak badan atau organisasi yang difungsikan untuk mengatasi tingkat obesitas.
Obesitas dapat meningkatkan resiko terjadinya berbagai macam gangguan kesehatan bagi seseorang yang mengalaminya.  Orang yang mengalami kelebihan berat badan akan rentan terhadap komplikasi dari berbagai macam penyakit seperti diabetes, jantung koroner, serta stroke.

Karena itu memiliki tubuh langsing dan ideal akan lebih menguntungkan bagi kesehatan anda sendiri. Ada berbagai macam faktor yang dapat menyebabkan seseorang mengalami obesitas. Diantaranya adalah faktor lingkungan serta genetik.

Perubahan pola makan yang bergeser mengarah ke makanan yang mengandung kalori tinggi serta berubahan gaya hidup modern yang membuat kita kurang bergerak atau kurang aktivitas secara fisik juga dituding sebagai penyebab utama dari terjadinya obesitas yang semakin lama semakin meningkat tajam.
  • Faktor lingkungan.
Banyak mengkonsumsi makanan yang tidak sehat seperti junk food yang memiliki rasa enak namun menyebabkan banyak sekali penyakit yang timbul karenanya. Demikian juga dengan makanan cepat saji. Kurangnya aktifitas fisik seperti olahraga serta bekerja. Selain itu terlalu lama duduk sambil menonton televisi juga dapat meningkatkan penimbunan lemak dalam tubuh kita.
  • Faktor genetika.
Keturunan juga dapat menyebabkan seseorang memiliki potensi untuk menjadi kegemukan atau obesitas, kecenderungan mengalami obesitas akan meningkat sekitar 25 hingga 30%. Dan semakin diperparah dengan adanya lingkungan yang menyukai makanan tinggi kalori serta malah beraktifitas.
  • Faktor penyakit.
Penyakit seperti hipotiroidisme yaitu suatu keadaan dimana efek hormon tiroid dalam suatu jaringan menjadi berkurang, atau penyakit yang terjadi karena kurangnya asupan gizi seperti iodina atau yodium.

Kelainan hipotalamus, hipotalamus adalah bagian dari otak yang terdiri dari sejumlah nukleus yang memiliki banyak fungsi yang sangat peka terhadapt steroid, glukokortikoid, glukosa, serta suhu, yang dapat menyebabkan perubahan keseimbangan hormonal di dalam tubuh yang dapat berakibat munculnya penimbunan lemak pada tubuh.Cara yang sederhana untuk menentukan terjadinya obesitas sentral adalah dengan cara mengukur lingkar perut. Pengukuran lingkar perut umumnya dilakukan pada bagian pinggang  diantara tulang panggul bagian bawah dengan tulang rusuk pada bagian bawah.

Seseorang dapat dikatakan mengalami obesitas sentral jika lingkar perutnya lebih dari 90 cm pada pria, sedangkan wanita ukurannya lebih dari 80 cm. Selain itu, untuk menetukan keadaan obesitas kita juga bisa menggunakan rumus IMT atau Indeks Massa Tubuh, yaitu dengan mengukur tinggi badan serta berat badan, kemudian membagi berat badan dengan tinggi badan di kuadrat. Berat badan / (tinggi badan x tinggi badan) Contohnya : seseorang dengan berat badan 72 kg serta tingginya 160 cm, maka 72 / (1.6x1.6) = 28.1 (Gemuk) Orang yang mengalami kegemukan dibandingkan dengan orang yang lebih kurus, akan rentan sekali terserang penyakit-penyakit tertentu.

Perawatan penyakit pada orang yang mengalami obesitas seringkali kurang berhasil dengan baik. Penyakit tertentu diantaranya adalah apendisitis, sirosis, diabetes, penyakit jantung dan pembuluh darah terutama penyakit jantung koroner. Pasien yang mengalami salah satu dari penyakit diatas yang juga mengalami kegemukan, akan lebih mudah untuk diobati bila mereka mau menurunkan berat badan serta mengatur pola makannya. kelebihan berat badan[/caption] Maka, bila anda makan lebih sedikit dari yang dibutuhkan oleh tubuh maka akan dapat merubah lemak menjadi tenaga.

Jika dalam beberapa hari ataupun beberapa minggu anda makan sekitar 3500 kalori lebih banyak dari yang dibutuhkan oleh tubuh, maka berat badan anda akan naik sekitar 0,5 kg. Kelebihan berat badan bukan hanya berpengaruh pada lebar pinggang, namun juga kesehatan otak. Beberapa kasus obesitas memang sangat berbahaya bagi otak. Menurut sebuah penelitian, obesitas akan secara otomatis mengubah pola makan pada individu. Individu tersebut akan semakin menjadi kecanduan untuk makan bila berat badannya bertambah. Hal ini disebabkan karena otak butuh untuk dipuaskan dengan semua makanan yang manis-manis serta makanan yang berlemak. Dalam sebuah studi di Amerika telah menemukan kaitan antara obesitas dengan sistem kekebalan tubuh.

Pada awalnya obesitas akan mengubah kinerja sistem imun sehingga dapat meningkatkan resiko inflamasi. Inflamasi tersebut kemudian akan mempengaruhi organ otak serta menghancurkan beberapa bagian organ otak. Hal ini mengakibatkan suasana hati menjadi mudah berubah serta membuat seseorang menjadi susah untuk menghentikan kebiasaan makan secara berlebih. Masih berkaitan dengan inflamasi akibat obesitas, ternyata keadaan ini akan membuat tubuh serta pikiran menjadi mudah stress.

Selain itu, lemak pada bagian perut akan membuat ukuran organ otak menjadi mengecil. Sehingga resiko demensia menjadi semakin meningkat pada orang yang mengalami obesitas. Demensia adalah  suatu istilah yang umumnya digunakan untuk menjelaskan adanya penurunan fungsional yang disebabkan oleh kelainan yang terjadi pada organ otak.

Pernah mendengar diet yoyo? Diet yoyo adalah diet yang cenderung berputar, karena seseorang mengalami peningkatan serta penurunan berat badan yang terus menerus berlanjut. Diet yoyo mampu membuat berat badan menjadi semakin bertambah. Perputaran ini pun akan mempengaruhi organ otak serta dapat membuat seseorang menjadi cepat stress.

Sebuah studi menyebutkan bahwa obesitas mampu merusak memori pada seseorang. Hal ini dikarenakan adanya hormon yang diperoduksi oleh lemak yang dapat menyebabkan inflamasi. Inflamasi ini nantinya akan memberikan pengaruh pada bagian kognitif seseorang yang dapat berakibat seseorang menjadi hilang ingatan.      

Jumat, 13 Desember 2013

Jenis Penyakit Jantung

Penyakit jantung merujuk kepada penyakit yang menyerang organ jantung serta sistem pembuluh darah organ jantung. Jantung, merupakan organ vital yang sangat strategis dalam tubuh manusia sebab memiliki fungsi sebagai pemompa darah.

Ada begitu banyak penyebab dari penyakit jantung, meliputi gaya hidup, kelainan jantung sejak lahir, serta pola makan seseorang yang tidak sehat.

Serangan jantung merupakan suatu hal yang merupakan akibat dari penyakit jantung koroner yang merupakan biang keladi dari berbagai kasus kematian pada banyak wanita serta pria di Amerika.

Pada kenyataannya, penyakit jantung tidak hanya menyerang orang yang telah lanjut usia saja. Namun, dewasa ini banyak sekali anak muda yang telah mengidap berbagai macam penyakit jantung. Bukan hanya itu saja, bahkan bayi yang baru lahir juga dapat mengidap kelainan pada organ jantungnya.

Ada lebih dari 50 jenis penyakit jantung yang bisa menyerang orang-orang yang memiliki gaya hidup serta pola makan yang tidak sehat. Walaupun saat ini sudah banyak cara untuk menangani penyakit jantung, baik dengan cara medis maupun herbal, namun tetap saja mencegah lebih baik daripada mengobati.

Inilah beberapa jenis penyakit jantung yang harus kita waspadai bersama:
  • Gagal jantung.
Heart Failure atau gagal jantung merupakan suatu keadaan dimana jantung tidak dapat memasok aliran darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh serta berakibat sangat fatal. Terkadang, gagal jantung sering sekali di salah artikan sebagai apa yang dinamakan dengan serangan jantung.

Gagal jantung memiliki gejala, seperti pembengkakan pada bagian tangan dan kaki, peningkatan atau mengurangan berat badan sebelum terjadi pembengkakan akibat dari kelebihan cairan, napas pendek-pendek, rasa lelah yang terus menerus, angina maupun ketidaknyamanan pada bagian dada serta lengan karena adanya penyumbatan pada arteri koroner,
  • Masalah pada katup jantung
valves of heartMasalah pada katup jantung atau disebut juga dengan heart valve disease merupakan suatu keadaan dimana salah satu atau bahkan lebih dari katup jantung tidak dapat bekerja dengan baik. Dalam beberapa kasus, orang yang terlahir dengan masalah pada katup jantung, sedangkan beberapa orang mendapatkan kelainan pada bagian katup di masa hidupnya.

Kelainan pada katup jantung dapat disebabkan oleh infeksi, umur serta karena adanya penyakit lain. Nyaris tidak ada gejala yang dapat ditemukan oleh penderita kelainan pada katup jantung. Ada sekitar tiga jenis penyakit katup jantung, seperti kebocoran, penyempitan, serta katup tanpa lubang. Tidak ada obat, untuk kelainan pada katup jantung kecuali melakukan operasi. Namun, bagi anda yang tidak memiliki penyakit ini sejak lahir, menjaga pola makan serta gaya hidup adalah kunci untuk bebas dari penyakit ini.
  • Aritmia
Aritmia merupakan jenis penyakit jantung yang mengganggu, yaitu berupa gangguan irama maupun pada detak jantung. Detak jantung bisa lebih cepat, lebih lambat, serta tidak teratur. Faktor utama penyakit aritmia, adalah kurangnya kalsium pada tubuh serta adanya penyumbatan pembuluh darah pada jantung. 

Penyumbatan pada pembuluh darah jantung yang juga berefek pada detak jantung yang abnormal akan mengakibatkan serangan jantung. Selain dua hal tersebut penyebab aritmia lainnya adalah diabetes, tekanan darah tinggi, kafein, merokok, alkohol, stress, kematian otot jantung, penyalahgunaan obat-obatan serta terlalu aktifnya kelenjar thyroid.
  • Perikarditis
Penyakit ini merupakan peradangan pada kantung jantung maupun pada pericardium, sehingga dapat menimbulkan adanya penimbunan cairan serta penebalan. Peradangan ini disebabkan oleh beberapa hal. Penyebab yang umum merupakan infeksi virus serta terapi penyinaran untuk pengobatan kanker payudara. 

Gejala yang umumnya timbul akibat adanya perikarditis, adalah sesak napas, batuk-batuk, tekanan darah tinggi, serta kelelahan akibat kerja jantung yang tidak efisien. Penyakit jantung jenis ini dapat didiagnosa melaliu MRI maupun kateterisasi jantung. Konsumsi obat untuk mengurangi cairan dapat membantu untuk mengurangi gejala perikarditis, namun kesembuhan secara total adalah dengan cara pengangkatan pericardium.
  • Penyakit jantung koroner.
Penyakit jantung koroner disebabkan oleh lapisan lemak maupun kolesterol pada dinding nadi yang menyumbat arteri darah. Akibat dari adanya penyumbatan oleh lapisan lemak serta kolesterol pada arteri darah adalah terganggunya proses suplai darah yang menuju ke jantung serta dari jantung ke seluruh tubuh.

Saat darah tersumbat akibat lapisan lemak, maka inilah yang disebut dengan serangan jantung. Lapisan lemak serta kolesterol pada dinding nadi diakibatkan oleh kecanduan rokok, hipertensi, serta kolesterol tinggi. Bila seseorang merasakan gejala-gejala seperti nyeri pada bagian dada tengah yang menjalar hingga ke lengan kiri serta leher bahkan hingga ke punggung, keringat dingin, serta rasa mual-mual berarti individu tersebut kemungkinan menderita penyakit jantung koroner.   Disini hanya kita sebutkan penyakit jantung yang paling umum yang terjadi di masyarakat. Waspadai berbagai gejalanya serta selalu berkonsultasi pada dokter jika salah satu penyakit jantung diatas menyerang anda.

Kamis, 12 Desember 2013

Peningkatan Jumlah Pengidap Hipertensi Di Indonesia

memeriksa tekanan darah
 Setiap tahunnya, penyakit hipertensi telah membunuh 9,4 juta jiwa penduduk di seluruh dunia. WHO juga telah memperkirakan bahwa jumlah pengidap hipertensi akan terus meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk.

Dan WHO juga memprediksi bahwa pada tahun 2025 yang akan datang, ada sekitar 29%  jiwa di dunia yang terserang penyakit hipertensi.

Pada saat ini kebanyakan pengidap hipertensi tinggal di negara-negara berkembang. WHO menyebutkan juga bahwa 40% penduduk negara-negara berkembang di dunia mengalami hipertensi, sedangkan di negara-negara maju, penduduk yang mengalami hipertensi sekitar 35%.

Wilayah Afrika menempati posisi pertama dengan jumlah penduduk penderita hipertensi sebesar 46%. Sedangkan Amerika menempati urutan paling bawah dengan penduduk yang mengalami hipertensi sebesar 35%.

komplikasi karena tekanan darah tinggiSedangkan bagian Asia Tenggara memiliki prosentase sebesar 36% penduduk yang mengalami hipertensi. Hipertensi telah membunuh sebanyak 1,5 juta jiwa setiap tahunnya. Sehingga bisa di katakan bahwa satu dari tiga orang di Indonesia yang mengalami penyakit hipertensi. komplikasi karena tekanan darah tinggi[/caption] Ada peningkatan yang cukup tajam dari pengidap hipertensi di Indonesia.

Dulu, ada sekitar 18 % sekarang meningkat menjadi 31% pria di Indonesia mengidap hipertensi. Sedangkan wanitanya dulu 16% sekarang meningkat menjadi 29%, seperti yang dikatakan oleh Dr. Khancit Limpakarnjanarat, perwakilan Organisasi kesehatahn Dunia WHO untuk Indonesia.

Menurut data yang diterima oleh RIset Kesehatan Dasar tahun 2007, menyebutkan bahwa propinsi yang memiliki angka prevalensi hipertensi yang tertinggi yaitu di Kepulauan Natuna dengan nilai 53,3 %. Sedangkan posisi yang p[aling bawah diduduki oleh Propinsi Papua Barat dengan nilai prevalensi sebanyak 6,8 %. Seperti penyakit-penyakit yang lain, hipertensi dapat dicegah.

Caranya adalah dengan merubah pola makan serta tetap berolah raga. Ke duanya merupakan  faktor yang utama dalam menjaga kesehatan. Semua orang seharusnya mengkonsumsi makanan yang bergizi dalam jumlah yang seimbang.

Perbanyak konsumsi sayur dan buah serta mengurangi konsumsi makanan yang berlemak. Selain itu, usahakan untuk membatasi pemakaian garam. Batasi pemakaian garam sebanyak 5 gram saja setiap hari. Selain itu juga jauhi minuman beralkohol serta rokok sebab sangat berpotensi untuk menghambat aliran darah di dalam tubuh.

Olahraga secara rutin dan teratur juga sangat diperlukan. Sebaiknya usahakan untuk selalu melakukan aktivitas secara fisik selama paling tidak 30 menit setiap harinya. Hal seperti ini berlaku bagi siapapun baik muda maupun tua.

Berolahraga secara rutin akan dapat mengurangi berat badan yang berlebihan. Dengan adanya pengurangan berat badan sebanyak 5 kg saja, akan dapat mengurangi angka sistolik pada pembuluh darah sebanyak 2 hingga 10 poin. Selain itu mengatur dan mengendalikan stres juga sangat penting sekali artinya.

Walaupun hipertensi tidak menunjukkan berbagai gejala yang signifikan, namun dapat menimbulkan berbagai macam penyakit yang tidak kalah menakutkan seperti gagal jantung, stroke, gagal ginjal dan bahkan dapat membuat seseorang mati muda. Di seluruh dunia, sudah ada sekitar 1 miliyar jiwa yang mengidap hipertensi, sedangkan di Indonesia sendiri angkanya mencapai 32% dari seluruh penduduk di Indonesia.

”Kesadaran akan pentingnya kesehatan pada setiap individu sudah seharusnya di tingkatkan kembali. Dengan cara mengukur tekanan darah secara berkala, mengubah pola makan, olah raga serta mengurangi asupan garam akan sangat membantu" ujar Dr. Khancit Limpakarnjanarat.

Rabu, 11 Desember 2013

Faktor Resiko Dari Penyakit Jantung

Surabaya,Seperti yang kita ketahui, jantung merupakan organ tubuh yang vital yang memiliki fungsi untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Seperti organ tubuh yang lainnya, jantung juga dapat terserang oleh berbagai macam penyakit.

Yang disebut penyakit jantung adalah suatu kondisi yang dapat menyebabkan jantung tidak mampu melakukan tugasnya dengan baik.

Karena adanya berbagai gangguan serta penyakit yang dapat mempengaruhi kinerja jantung. Penyakit jantung yang umum terjadi adalah jantung koroner yang mampu menyebabkan serangan jantung hingga kematian secara mendadak.

Penyebab dari penyakit jantung kotoner adalah adanya penyempitan serta penyumbatan pembuluh arteri karena akumulasi serta penumpukan zat-zat lemak secara berlebihan pada lapisan dinding nadi pembuluh koroner.

Hal ini umunya dipengaruhi oleh pola makan yang tidak sehat serta gaya hidup yang kurang bergerak, merokok, hipertensi, serta kolesterol yang tinggi sehngga mempegaruhi pembentukan pembekuan darah. Akibatnya, aliran darah ke jantung menjadi terhambat sehingga mengganggu kinerja jantung untuk memompa darah yang akhirnya memicu terjadinya serangan jantung.

Selain itu ada juga penyakit yang lain yang disebabkan adanya kelainan bawaan atau sejak lahir seperti jantung yang tidak sempurna, kelainan pada katup jantung, serta lemahnya otot jantung, penyebab yang lainnya adalah bakteri yang dapat menyebabkan infeksi pada jantung.

Jantung merupakan organ yang berupa otot, berbentuk kerucut, memiliki rongga serta dengan basisnya di atas dan puncaknya berada di bawah.

Puncak atau apex miring ke sebelah kiri. Memiliki berat sekitar 300 g. penyebab jantung koroner.

Agar jantung berfungsi sebagai pemompa yang efisien , maka otot-otot jantung, rongga atas serta rongga bagian bawah haruslah berkontraksi secara bergantian. Laju denyut jantung atau kerja pokpa ini dikendalikan secara alamiah oleh suatu pengatur irama.

Pengatur irama ini terdiri dari sekumpulan nodus sinotrialis, yang terletak pada bagian dalam dinding serambi kanan. Sebuah impuls listrik yang ditrasmisikan oleh nodus sinotrialis ke kedua serambi akan membuat keduanya dapat berkontraksi secara serentak.

Arus listrik ini kemudian akan diteruskan ke dinding-dinding bilik, yang nanti pada gilirannya akan membuat bilik-bilik tersebut berkontraksi secara serentak juga. Periode kontraksi ini umumnya disebut systole.

Selanjutnya periode ini akan diikuti dengan sebuah relaksasi pendek sekitar 0,4 detik yang biasa disebut diastole, sebelum impuls berikutnya datang. Nodus sinotrialus akan menghasilkan antara 60 hingga 72 impuls seperti ini pada setiap menit, pada saat jantung sedang santai.Produksi impuls ini juga dikendalikan oleh suatu bagian pada sistem saraf yang disebut sistem saraf otonom, yang dapat bekerja diluar keinginan kita. Sistem listrik built-in inilah yang menghasilkan kontraksi-kontraksi pada otot jantung berirama yang biasa disebut denyut jantung.

Beberapa faktor resiko terserang penyakit jantung koroner, adalah:
  • Umur 45 tahun pada pria
Sangatlah penting sekali bagi pria untuk menyadari suatu kerentanan pada mereka serta mengambil tindakan yang positif untuk mencegah munculnya penyakit jantung.
  • Umur 55 tahun atau telah mengalami menopause dini pada wanita
Wanita yang mengalami menopause dini sebagai suatu akibat dari operasi serta wanita yang berumur 55 tahun, juga diwajibkan untuk menjaga kesehatan tubuh serta organ jantungnya.
  • Riwayat kesehatan keluarga
Riwayat serangan jantung yang pernah dialami oleh salah satu anggota dalam sebuah keluarga seringkali merupakan suatu akibat dari profil kolesterol yang bersifat abnormal.
  • Diabetes.
Mayoritas pengidap diabetes yang meninggal, bukanlah disebabkan karena adanya peningkatan level pada kadar gula dalam darahnya, namun lebih disebabkan karena kondisi komplikasi pada jantung mereka.
  • Rokok
Resiko serangan penyakit jantung pada seorang perokok setara dengan resiko serangan jantung pada individu yang memiliki kelebihan berat badan sekitar 100 pon. Sebenarnya memang tidak mungkin untuk menyamakan keduanya. Salah satu teori yang lebih masuk akal adalah karena racun pada rokok yang masuk dalam tubuh akan mempengaruhi kesehatan seluruh organ di dalam tubuh manusia.
  • Hipertensi
Hipertensi dapat menyebabkan berbagai macam penyakit mengerikan termasuk dapat juga mengakibatkan gagal jantung, maupun penyempitan pembuluh darah jantung serta juga dapat menyebabkan serangan jantung.
  • Obesitas.
Obesitas khususnya obesitas sentral ditandai dengan perut yang buncit adalah bentuk dari kegemukan. Meskipun orang yang gemuk memiliki kecenderungan akan resiko penyakit jantung, terlebih lagi orang yang mengalami obesitas sentral.
  • Gaya hidup
Gaya hidup yang tidak sehat merupakan salah satu penyebab utama dari penyakit jantung serta menggantinya dengan beraneka kegiatan fisik, sungguh merupakan sesuatu langkah yang paling radikal yang dapat diambil.
  • Stress.
Telah banyak sekali penelitian yang telah menunjukkan bahwa ketika seseorang menghadapi stres karena situasi yang sangat menegangkan, dapat menyebabkan terjadinya arithmias jantung. Hal ini terjadi karena sistem listrik yang berjalan secara cepat dan kacau pada bagian jantung, sehingga sangat membahayakan jiwa.

Kamis, 01 Agustus 2013

Terapi Nikotin

rokok
Mayoritas pria di Indonesia merupakan perokok aktif. Kondisi seperti ini memang bisa dikatakan sulit sekali untuk dihilangkan. Dan biasanya, para perokok aktif ini lebih mengabaikan bahaya dari kebiasaan merokok.

Padahal merokok dapat menyebabkan berbagai jenis penyakit yang merugikan kesehatan seperti kanker, penyakit jantung, radang paru-paru, gangguan pernapasan dan lain sebagainya. Dan semua dampak itu sudah dituliskan pada bungkus rokok.

Namun, tetap saja hal seperti ini tidak membuat para perokok menjadi merasa takut atau ngeri kemudian menghentikan kebiasaannya itu.

Yang terjadi malah kebalikannya, jumlah perokok aktif saat ini semakin meningkat. Bukan hanya kalangan dewasa saja yang menjadi perokok aktif. Namun saat ini banyak juga remaja dan bahkan anak-anak yang mulai merokok.

Merokok akan membuat tubuh menjadi kecanduan asupan zat nikotin. Hal seperti akan sangat sulit untuk dihilangkan karena tidak jauh berbeda dengan kecanduan zat-zat adiktif lainnya.

 Jika anda memiliki niat untuk berhenti merokok namun masih merasa kesulitan untuk melakukannya, ada beberapa metode terapi pengganti nikotin yang bisa anda coba untuk mulai menghentikan kebiasaan merokok.

Terapi nikotin tidak membuat anda langsung secara serentak menghentikan kebiasaan merokok anda secara otomatis. Namun lebih membantu anda dalam melepaskan kebiasaan merokok anda secara setahap demi setahap.

Cara kerjanya adalah dengan mengganti asupan nikotin dari rokok dengan berbagai benda lain yang juga sama-sama mengandung nikotin, namun dalam jumlah yang lebih rendah serta tidak mengandung racun seperti rokok. 

Cara seperti ini bertujuan untuk mengurangi tingkat ketergantungan seseorang terhadap zat nikotin secara bertahap. Di bawah ini adalah beberapa metode yang cukup efektif untuk menghentikan kebiasaan merokok anda:

  • Permen karet
permen karet nikotin
Salah satu metode terapi pengganti nikotin yaitu dengan cara mengunyah permen karet bernikotin. Saat ini sudah ada permen karet yang juga mengandung nikotin dalam kadar yang lebih rendah serta tidak berbahaya karena tidak mengandung racun-racun seperti rokok.
Permen ini bisa langsung di kunyah seperti permen karet biasa. kunyahlah hingga anda merasakan seperti ada sensasi pedas di lidah. Metode semacam ini bisa anda lakukan 20 hingga 30 menit hanya dengan mengunyah permen karet nikotin.
Selain itu, jenis terapi seperti ini juga dianggap sebagai metode yang paling mudah. Penggunaan permen karet ini juga tidak diboleh digunakan secara terus menerus. Harus ada niat untuk segera menghentikannya.

  • Koyo bernikotin
Add caption
Selain metode permen karet, anda bisa juga melakukan metode penggunaan koyo bernikotin yang merupakan salah satu cara untuk menggantikan rokok.
Bentuknya sama seperti koyo biasa yang dijual bebas dipasaran. Cara kerjanya adalah dengan menempelkan koyo nikotin tersebut pada bagian kulit untuk memberikan pengaruh nikotin pada tubuh yang biasanya di dapat dari rokok.
Umumnya, koyo bernikotin ini ditempelkan bagai bagian lengan untuk mengurangi efek kecanduan nikotin yang berasal dari rokok. Kadar nikotinnya sudah barang tentu lebih rendah jika dibandingkan dengan rokok.
 
  • Inhaler nikotin
Metode terapi ini mirip dengan merokok karena cara penggunaannya mirip sekali seperti saat anda merokok. Inhalernya terbuat dari bahan plastik yang mengandung nikotin. Dengan inhaler nikotin, kebutuhan akan nikotin pada tubuh anda dapat terpenuhi. Nikotin ini nantinya akan masuk melewati tenggorokan kemudian langsung diserap oleh membran mukosa.
Inhaler bernikotin hanya bisa dipesan dengan resep dokter. Kandungan nikotin dalam inhaler ini bisa juga dikurangi. Namun sayangnya, penggunaan alat semacam ini cukup berresiko larena dapat memunculkan iritasi pada bagian tenggorokan serta mulut.

  • Tablet bernikotin
Tablet bernikotin juga dapat digunakan untuk terapi mengurangi kebiasaan merokok. Cara penggunaannya adalah dengan memasukkan tablet tersebut kedalam mulut kemudian disimpan di bagian bawah lidah anda.
Diamkan untuk memerapa saat hingga semua nikotin yang terkandung didalamnya akan terlepas semuanya dan diserap oleh darah dalam tubuh kita. Cara penggunaannya bisa dibilang cukup mudah.
Ada sebagian orang yang berpendapat bahwa cara-cara seperti ini cukup membantu dalam rangka pengendalian ketergantungan pada rokok.

Namun beberapa penelitian tetap menunjukkan bawa terapi semacam ini tidak dapat membantu sama sekali bagi orang yang ingin berhenti dari kebiasaan merokok. Sebab tetap saja tubuh seseorang tersebut tetap mendapat jatah atau asupan nikotin walaupun dalam kadar yang relatif sedikit.